Pemerintah perlu tingkatkan kerja sama internasional dalam perlindungan TKI
Pemerintah perlu tingkatkan kerja sama internasional dalam perlindungan TKI

By Ady Muzadi 26 Nov 2018, 12:19:19 WIB Luar Negeri
Pemerintah perlu tingkatkan kerja sama internasional dalam perlindungan TKI

Pemerintah perlu tingkatkan kerja sama internasional dalam perlindungan TKI

Politikus PPP Ady Muzadi mendengar aspirasi pengelola PAUD (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ady
Muzadi mengatakan pemerintah agar lebih meningkatkan kerja sama
internasional dalam rangka pembinaan dan perlindungan tenaga kerja
Indonesia (TKI).

"Bercermin dari peristiwa eksekusi TKI Tuty Tursilawaty di Arab Saudi,
pemerintah perlu untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap pembinaan
dan perlindungan TKI di mancanegara sesuai perundangan yang berlaku,"
ujar Ady kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pemerintah perlu untuk selalu hadir dalam memberikan
perlindungan hukum secara maksimal bagi TKI sebagai kewajiban dan
 memenuhi hak warga negaranya. 

"Untuk itu, hubungan kerja sama dengan pemangku kepentingan
internasional maupun lembaga di penempatan TKI perlu lebih ditingkatkan
lagi," ujar Ady.
 
Caleg PPP dari Dapil Luar Negeri, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan ini
mengapresiasasi pembinaan dan perlindungan TKI selama ini yang
dinilainya sudah sangat baik. 

Menurut dia, pemerintah telah memberikan bimbingan advokasi pada TKI
mulai dari penempatan, masa penempatan, dan purnapenempatan. Begitupula
dalam penyelesaian perselisihan dengan pengguna maupun pelaksana TKI. 

Namun, lanjut Ady, pemerintah harus  lebih meningkatkan kinerja agar
tidak terulang lagi kejadian seperti kasus eksekusi Tuty di Arab Saudi.

"Khusus untuk hubungan dengan internasional ini harus ditingkatkan
sehingga TKI di negara penempatannya merasakan perlindungan dari
negara," papar Ady.

Berdasarkan data World Bank jumlah TKI di mancanegara sudah mencapai 9
juta pekerja per akhir 2017. Terbesar di Malaysia 55 persen, Arab Saudi
13 persen, dan di Cina atau Taipe 10 persen termasuk di negara-negara lain. 

Khusus Cina dan Taipei, TKI  di Hongkong lebih dari 150.000 orang, di
Makau sekitar 20.000 orang, dan Taiwan sekitar 200.000 orang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment