Soal Kemacetan Jakarta, Ady Muzadi Ajak Warga `Hijrah` Gunakan Tranportasi Publik
Soal Kemacetan Jakarta, Ady Muzadi Ajak Warga `Hijrah` Gunakan Tranportasi Publik

By Ady Muzadi 04 Des 2018, 08:03:52 WIB Jakarta
Soal Kemacetan Jakarta, Ady Muzadi Ajak Warga `Hijrah` Gunakan Tranportasi Publik

JAKARTA – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ady Muzadi angkat bicara terkait kompleksitas permasalahan transportasi publik di DKI Jakarta dan beberapa kota penyangga. Ady menilai seluruh elemen masyarakat harus mengubah paradigma dalam menggunakan fasilitas transportasi.

Paradigma yang dijadikan acuan adalah manfaat terbesar dari fungsi dari fasilitas transportasi seperti berkurangnya kemacetan, polusi udara serta konsumsi energi. Selain itu bagaimana masyarakat dapat menikmati transportasi yang aman, nyaman dan juga sehat.

Ady mengajak masyarakat untuk hijrah dari menggunakan kendaraan pribadi ke fasilitas transportasi publik.
Ady mencontohkan, data Bappenas pada tahun 2017 telah merilis kerugian finansial yang disebabkan kemacetan di DKI Jakarta sebesar Rp67 trilyun. Angka tersebut menurut Ady sangatlah fantastis, dan harus disikapi serius bukan hanya pemerintah saja tetapi masyarakat.

“Masyarakat tak bisa tutup mata tentang persoalan ini, pemerintah juga harus menyediakan akses transportasi publik yang nyaman. Mengapa? Agar masyarakat mau berpindah ke fasilitas transportasi publik,” tutur Ady, Jakarta (3 Desember 2018).

Lebih lanjut ia mengamati, masyarakat pengguna kendaraan pribadi di Jakarta  merasa sudah nyaman dengan kemacetan di DKI Jakarta. Mereka seakan lebih memilih kemacetan di Jakarta daripada harus berdesak-desakan di commuter line, bus transjakarta dan fasilitas transportasi lainnya.

Persoalan ini harus diatasi dengan kebijakan yang menyeluruh. Mulai dari penyediaan akses transportasi publik dan juga sosialisasi dampak negatif dari gaya hidup memilih penggunaan kendaraan pribadi.

“Coba kita lihat masyarakat pengguna kendaraan baik roda 2 dan roda 4, mereka seperti menikmati dan tidak terganggu dengan kemacetan di Ibu Kota, mau sampai kapan kondisi ini terjadi, bisa-bisa jalanan Ibu Kota akan jadi tempat parkir kendaraan,” tambah Ady.

Selain itu, dampak polusi udara akan berdampak langsung ke pengguna kendaraan roda 2 dan masyarakat yang beraktivitas sehari-hari di Ibu Kota tak terhindarkan. “Di Media juga sudah di-publish to kalau kualitas udara di Jakarta sangatlah buruk, penyebabnya adalah kendaraan yang lalu lalang setiap hari kerja, apalagi di Jakarta juga banyak anak kecil di perkampungan-perkampungan, secara jangka panjang mereka pasti akan terkena dampaknya,” tukas Politisi yang mencalonkan diri sebagai caleg PPP dapil jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan luar negeri.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment