Soal Rencana Anies Akan Batasi Lahan Parkir, Ini Catatan Kritis Ady Muzadi
Soal Rencana Anies Akan Batasi Lahan Parkir, Ini Catatan Kritis Ady Muzadi

By Ady Muzadi 10 Des 2018, 16:39:13 WIB Jakarta
Soal Rencana Anies Akan Batasi Lahan Parkir, Ini Catatan Kritis Ady Muzadi

JAKARTA – Merespons rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menaikkan tarif dan mengurangi lahan parkir, politisi PPP Ady Muzadi angkat bicara. Ady mengaku sependapat dengan rencana tersebut, tetapi ia memberi syarat agar kebijakan Anies Baswedan itu bisa berhasil mengatasi masalah kemacetan.

Pria lulusan National University of Singapore (NUS) di bidang kebijakan publik ini  menjelaskan, ada 2 substansi yang tidak bisa pisahkan yakni push factor dan pull factor. Ady memberikan catatan bahwa kedua faktor tersebut tidak bisa berjalan salah satu saja. Jika hanya salah satu yang  dijalankan maka kebijakannya akan tidak efektif.

Ia meyakini, kalau kedua faktor itu berjalan beriringan secara istiqomah, masalah kemacaten akan teratasi dengan cepat, efektif dan memberikan kenyamanan bagi warga yang beraktivitas di Ibu Kota.

Ia menilai apa yang akan diberlakukan Anies masih pada kategori push factor, belum menyentuh pull factor yakni ketersediaan transportasi publik yang nyaman dan aman, saya yakin masyarakat nggak bakal mau hidupnya dihabiskan di jalanan Jakarta. Bermacet-macet di jalan bukanlah gaya hidup tetapi karena memang fasilitas tranportasi publiknya kurang memadai,” ulas Ady. kebijakan yang berdampak pada berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi publik.
 
“Apa yang digagas Gubernur DKI sudah bagus, di negara maju seperti Singapura, Jepang aturan soal lahan parkir sangat ketat, biaya parkir mahal juga sudah waktunya diberlakukan di Indonesia khususnya Jakarta. Ini penting untuk membuka kesadaran publik bahwa memiliki kendaraan pribadi tanpa batasan bisa mengakibatkan kemacetan yang luar biasa,” tutur Ady, Rabu (10/12/2018).

Dengan demikian, apabila kedua substansi faktor kebijakan diatas berjalan beriringan maka permasalahan kemacaten dapat diatasi. Sebagaimana diketahui, data Bappenas pada tahun 2017 menyebutkan bahwa kerugian yang disebabkan oleh kemacetan di DKI sberada di angka Rp16 trilyun per tahun.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment